Cluster adalah alat penemuan. Ia mungkin mengungkapkan hubungan dan struktur di dalam data, yang sebelumnya tidak jelas, meskipun demikian adalah bermanfaat dan masuk akal sekali ketika ditemukan.  Hasil dari analisis cluster mungkin berperan untuk definisi dari suatu rencana penggolongan yang formal, seperti suatu taksonomi untuk binatang yang terkait, serangga atau tumbuhan; atau menyarankan model statistik yang menguraikan populasi; atau menandai aturan untuk menugaskan kasus yang baru ke class untuk identifikasi dan tujuan yang diagnostik; atau menyediakan ukuran dari definisi, ukuran dan perubahan dalam konsep sebelumnya yang tidak hanya luas;  Bisnis apapun yang sedang anda lakukan, cepat atau lambat anda akan berhadapan dengan suatu masalah penggolongan.

Memahami Cluster pada Harddisk

Pernahkah Anda heran dengan harddisk Anda karena setelah Anda mencoba menghitung sisa kapasitasnya dengan mengurangi kapasitas harddisk dengan jumlah semua ukuran file yang ada di harddisk Anda, ternyata sisa kapasitas harddisk yang ditampilkan di komputer lebih kecil dari hasil penghitungan tadi?

Untuk lebih mempermudah, coba buka Windows Explorer dan lihat property dari salah satu folder yang ada. Pada baris Size,  Anda akan melihat ada dua macam kapasitas. Yang pertama adalah besarnya ukuran dari semua file yang ada pada folder tersebut dalam satuan megabytes dan byte (x,xx MB dan x,xxx,xxx bytes). Kemudian untuk angka yang terakhir menunjukkan besarnya kapasitas harddisk yang digunakan oleh file-file yang ada dalam folder tersebut (x,xxx,xxx bytes used). Coba Anda Bandingkan kedua angka tersebut. Mengapa berbeda? Anda tidak perlu panik. Karena hal ini terjadi pada semua harddisk komputer. Penyebab utamanya adalah system penempatan file dalam harddisk yang dikenal dengan FAT (File Allocation Table). Dan FAT menggunakan ukuran cluster yang besar. Sebagai contoh, dalam 1 Gigabyte akan menggunakan cluster berukuran 32KB. Berikut ini tabel ukuran
cluster pada FAT dan FAT32 dalam beberapa ukuran harddisk/ partisi: Kapasitas Disk/ Ukuran Cluster partisi (FAT):

128-255MB 4KB 256-511MB 8KB 512-1023MB 16KB 1-2GB 32KB

Kapasitas Disk/ Ukuran Cluster partisi (FAT32) Up to :

260MB 512 byte 260MB – 8GB 4KB 8-16GB 8KB 16-32GB 16KB 32+ GB 32KB

Ukuran cluster adalah kelipatan terkecil dari kapasitas harddisk yang harus digunakan oleh sebuah file. Sebagai contoh, jika ukuran cluster adalah 32KB dan Anda menyimpan file berukuran 24KB dalam harddisk, maka file tersebut tetap akan menggunakan kapasitas harddisk sebesar 32KB. Begitu juga jika Anda menyimpan file berukuran 34KB dalam harddisk, file tersebut akan tetap menggunakan kapasitas hardisk sebesar 64KB. Hal ini tentu akan membuang kapasitas harddisk yang besar sekali. Sebagai gambaran misalnya Anda mempunyai harddisk yang telah berisi 10.000 file dan setiap file anggap saja membuang 10KB kapasitas hardisk. Jadi total kapasitas harddisk Anda yang terbuang adalah: 10.000 (file) x 10KB = 100.000KB. Anda bisa lihat sendiri bahwa ini berarti Anda telah kehilangan kapasitas harddisk Anda sebesar 100MB! Jadi, ukuran cluster sangatlah penting jika menginginkan penggunaan kapasitas hardisk yang efisien. Tapi juga perlu diingat bahwa semakin kecil ukuran cluster, maka komputer juga akan semakin lama dalam proses membaca harddisk. Karena semakin banyak bagian yang harus dibacanya. Semoga saja kelak ada yang menemukan sistem penempatan file yang dapat membuat file yang ditempatkan menjadi “SLIM”bukan “FAT”.

Sumber : http://arizkiarea.blogspot.com/2010/01/memahami-cluster-pada-harddisk.html