Ciri-ciri dari hisnis modern ialah adanya spesialisasi. sating ketergantungan(interdependence) dan produksi massal.

Spesialisasi

Jika kita perhatikan hisnis. ada vane hanva bergerak dalam memproduksi barang-hara.v tertentu. seperti membuat sepatn. mem buat tekstil. membuat ouderdil mobil. ada yang hergerak dalam hidang membuat barang (pabrik). ada yang menjual barang saja (para pedagang). dan sebagainva. Demikian pula dalamn permbagian kerja. sudah dijumpai spesialisasi jabatan.

interdependence, karena bisnis sudah hergerak dalarn bidang tertentu. suatu perusahaan bergantung kegiatannya pada perusahaan lain. Misalnva pedagang besar. bergantung usahanva kepada para produsen, dan dia bergantung pula kepada perusahaan angkutan yang mengangkut barang. Dia juga sangat mernbutuhkan sarana telepon, pos. dan listrik yang dikerjakan oleh sektorlain.

Produksi massal, barang dihasilkan dalam jumlah besar dean tents menerus dalam pelhagai ulkuran sehingga mudah dipilih oleh konsumen. Produsen membuat barang untuk orang-orang yang tidak dikenal. Oleh sebab itu, produsen harus mengetahui sclera konsumen agar produksi yang di built secara massal mudah di pasarkan. Dengan adanva produksi massal dan barangnya lake di pasar. akan timbul keuntungan. haik bagi bisnis itu sendiri maupun bagi masvarakat dan negara. Tenaga kerja akan lebih banyak tertampung. pendapatan pain karyawan mak in meningkat. demikian pulapendapatan masvarakat hertam bah, dan standar hidup juga mak in membaik. Kemudian muncul pertanyaan. mengapa bisa demikian. dan meneapa bisnis selalu bisa ineningkatkan produksinya dan juga selaiu menciptakan barangbaru?Jawahan dari pertanyaan ini terletak pada dila kata kunci yaitu produksi dan produktivitas.

Produksi diartikan usaha menciptakan barang dan jasa yamg, menambah kegunaan (utility). Ada 4 kegunaan (utility) yang  timbul dari produksi ini

yaitu:

1. Form utility yaitu mengubah bentuk barang menjadi barang baru. seperti dari kulit diruhah menjadi sepatu, dari karet menjadi ban mobil.. dari tekstil menjadi kemeja dan sebagainva.

2. Place utility yaitu kegunaan karena adanva perpindahan tempat. misalnva barang, berpindah tempat dari sate kota ke kota lain. mail dari desa ke kota.ricras zing diangkut dari daerah pedalaman ke kota besar, akan meningkat kegunaannya. karena di kota orang banyak rnembutuhkan beras. dan harganya akan lebih meningkat dibandingkan dengan harga di desa di mana beras dihasilkan

3. Time utility ialah kegunaan karena adanya tenggang, waktu. misalnya pakaian musim dingin akan lebih meningkat kegunaannya pada musim dingin dibandingkan dengan musim panas. Demikian pula di negara kita, kegunaan payung akan lebih banyak dan men ingkat pada musim hujan.•

4. Possession utility yaitu kegunaan yang meningkat karena adanya perpindahan hak milik dari penjual kepada pembeli. Misalnya, makanan di restoran akan makin meningkat kegunaannya apabila makanan itu berpindah atau dibeli oleh pembeli karena para penjual makanan itu sendiri tidak sanggup memakan semua makanan tersebut. Bagi dia, nilai fisik makankan itu sendiri tidak ada yang ada iaiah nikai tukarnya, yaitu bila makanan itu ditukar dengan uang atau dijual.

Jika ditelaah lebih lanjut, pengertian produksi dapat ditinjau dari dua sudut, vaitu:

– Pengerrtian produksi dalam arti sempit, yaitu mengubah bentuk barang menjadi barang baru, ini menimbulkan form utility.

– Pengertian produksi dalam arti luas, yaitu usaha yang menimbulkan kegunaan karena place, time, dan possession.

Form utility akan kita jumpai di pabrik tempat barang-barang mengalami perubahan bentuk, sedangkan kegunaan tempat, waktu, dan hak milik akan terjadi dalam usaha-usaha dalam bidang marketing. Marketing berusaha menyalurkan barang dart tangan produsen ke tangan konsutnen dengan cara mengangkut barang dan mendistribusikannya (place utility), menyimpan barang di gudang menunggu saat penjualan (time utility), dan memindahkan kepemiiikan dari penjual ke pembeli (possession atau ownership utility).

Selanjutnya, istilah produktivitas yang berarti perbandingan antara hasif produksi dengan pengorbanan-pengorbanan yang dikeluarkan untuk menghasiikan barang tersebut. Produktivitas ini erat hubungannva dengan efisiensi, makin tinggi efisiensi maka makin tinggi pula produktivitas. Apabila orang melihat biaya yang dikorbankan untuk membuat suatu barang disebut efisiensi (daya guna) dan bila melihat hash yang dicapai dibandingkan dengan biaya yang dikorbankan disebut produktivitas (basil guna).

Produksi massal yang dibuat oleh dunia bisnis akan mendatangkan keuntungan karena adanya efisiensi penggunaan faktor produksi. Dengan

adanya efisiensi, keuntungan pengusaha akan meningkat, keuntungan ini digunakan lagi untuk mem perluas bisnisnya. mempekerjakan tenaga kerja ban], rneningkatkan upah, atati menekan harga jual. Efisiensi dalam seuaia bidang akan mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda.

Oleh sehab itu para pengusaha selaiu mencari titik efisiensi yang palingmaksimal, meialui produksi massal.Produksi massal dengan segala bentuk penghematan cii lakukan dengan cara:

  • Mekanisasi vaitu menuutinakan mesin serba otornatis dan canggih dengan mengkombinasikan teknologi canggih, penanuanan bahan baku, sistem kontrol yang akurat, penggunaan komputer, dan alai angkut serta alat angkat yang serba otomatis.
  • Spesialisasi yaitu masing-masing tenaga kerja melakukan pekerjaan tertentu, sehingga mereka betul-betul ahli daiarn bidang tersebut. Akan tetapi, sistem spesialisasi. mempunyai kelemahan, yaitu timbulnya kebosanan pada pekerja, sehingga mereka seringkali meninggalkan pekerjaan, awn pindah ke perusahaan lain. Penelitian di Anierika rnenyatakan bahwa pada perusahaan tekstil, tingkat perpindahan karyawannya mencapai angka 70% setahun.dan pada beberapa industri ainnya ada yang rnencapai 100% setahun, artinya karvawan yangkeluar dari perusahaan itu selama saw tahura,jurnlahnya sama dengan selAruh karvawan vang ada di perusahaan tersebut.

Sistem Leda spesialisasi ini dipelopori oleh DV Taylor, yang menghendaki para pekerja melakukan saw pekerjaan saja agar keterampilatinn-.a meningkat. Dengan dem ikian. produksi meningkat secara pesat. pengusaha memperolch keuntungan besar. sebalikitya para karvawan diperiakukan seperti mesin otornatis, melakukan pekerjaan itu torus selama hidupnva dan tidak ada kesempatan untuk pindah ke bagian lain. Dalam zaman modern sekarang. sistem kerja seperti ini tidak dapat dipertahankan.

sumber : http://www.anakunhas.com/2011/05/ciri-ciri-bisnis-modern.html